Mahasiswa Program Magister Ilmu Biomedis, Program Pascasarjana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) mengikuti praktikum Teknik Dasar Riset Biomedis (TDRB) dengan materi teknik imunohistokimia (IHC). Kegiatan praktikum dilaksanakan pada 21-23 September 2026 di Laboratorium Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM sebagai bagian dari pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam penerapan metode penelitian biomedis berbasis jaringan.
Pada kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung melakukan teknik imunohistokimia menggunakan antibodi anti-CD3 sebagai marker. Jaringan lien digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan jaringan kolon digunakan sebagai sampel. Penggunaan jaringan kontrol positif memberikan pembelajaran kepada mahasiswa mengenai pentingnya kontrol dalam pemeriksaan imunohistokimia untuk membantu memastikan bahwa sistem pewarnaan dan deteksi antigen dapat memberikan hasil yang sesuai.
Praktikum dilakukan secara langsung oleh mahasiswa dengan mengikuti tahapan pemeriksaan imunohistokimia secara berurutan. Tahapan tersebut meliputi deparafinisasi, antigen retrieval, blocking, pemberian antibodi primer, pemberian antibodi sekunder, visualisasi menggunakan DAB, counterstaining dengan hematoksilin, mounting, hingga pengamatan sediaan menggunakan mikroskop. Melalui praktik secara langsung, mahasiswa dapat memahami bahwa keberhasilan pewarnaan IHC tidak hanya bergantung pada penggunaan antibodi, tetapi juga pada ketepatan setiap tahapan prosedur.
Kegiatan praktikum didampingi oleh Jajah Fachiroh, Nur Aziz, dan Satrio Adi Wicaksono sebagai dosen/instruktur. Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh laboran Dewi Sulistyawati, Annisa Ramadhani, dan Retno Winarti. Pendampingan selama proses praktikum memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi mengenai prinsip pemeriksaan, pelaksanaan setiap tahapan, serta interpretasi hasil pewarnaan yang diperoleh.
Melalui kegiatan praktik langsung tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai prinsip imunohistokimia, tetapi juga mengembangkan keterampilan teknis, ketelitian, serta kemampuan dalam mengamati dan menginterpretasikan hasil pewarnaan jaringan. Kompetensi tersebut penting bagi mahasiswa Magister Ilmu Biomedis karena teknik IHC banyak digunakan dalam penelitian untuk mendeteksi ekspresi protein atau antigen tertentu pada jaringan dan membantu memahami berbagai proses biologis maupun mekanisme penyakit. Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM sendiri memiliki layanan pewarnaan imunohistokimia serta fasilitas mikroskopi dan analisis citra yang mendukung kegiatan penelitian.
Praktikum ini mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan pengalaman pembelajaran berbasis praktik (hands-on experience) guna mengasah keterampilan teknis laboratorium mahasiswa. Pada saat yang sama, penguasaan teknik imunohistokimia (IHC) ini berkontribusi pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penyiapan calon peneliti yang kompeten dalam mengidentifikasi biomarker serta menganalisis patomekanisme penyakit demi kemajuan dunia kesehatan. (Kontributor: Dewi Sulistyawati)










