Tag Archive for: SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan)

Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM menggelar agenda rutin kerja bakti tengah tahun pada 1 September 2026. Kegiatan ini melibatkan seluruh staf dosen dan tenaga kependidikan untuk membersihkan ruang kelas, laboratorium, serta area sekitarnya guna menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan kondusif.

Aksi bersih-bersih yang diselenggarakan dua kali dalam setahun ini merupakan bagian dari pemeliharaan fasilitas kampus. Seluruh staf bergotong royong membersihkan area kerja, merawat peralatan laboratorium, hingga mengelola sampah sesuai standar protokol kesehatan demi menjamin keamanan aktivitas pendidikan dan penelitian.

Rangkaian kegiatan setengah hari ini ditutup dengan acara makan bersama. Sesi ramah tamah tersebut menjadi momen hangat untuk mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, dan keharmonisan antarstaf sebelum kembali menjalankan tugas pelayanan akademis masing-masing.

“Kegiatan kerja bakti ini selain menjadi momen yang baik untuk menjaga kebersihan tempat kerja dan olahraga pagi, juga menjadi sarana mempererat kebersamaan di departemen,” ujar Nur Aziz, salah satu dosen Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM.

Penyelenggaraan kerja bakti berkala ini mendukung ketercapaian SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) dalam mewujudkan lingkungan belajar yang bersih dan aman, serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) demi menjaga kesehatan serta kenyamanan seluruh komunitas akademik FK-KMK UGM. (Kontributor: Nur Aziz)

Kinerja dan dedikasi staf tenaga kependidikan Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM, Bapak Muryadi, mendapat apresiasi khusus dalam artikel majalah berbahasa Jawa DJAKA LODANG edisi Juni 2026. Pemberitaan tersebut mengulas sosok beliau yang luwes dalam menjalankan tugas operasional kampus bersama staf Dosen, sekaligus aktif mengabdi dan merawat seni budaya lokal di tengah masyarakat.

Di luar aktivitasnya sebagai PNS di UGM, warga Kembaran, Tamantirto, Bantul ini dikenal aktif sebagai seniman ketoprak, pranatacara (MC adat Jawa), serta penggiat campursari. Kegemaran dan konsistensinya dalam melestarikan seni pertunjukan serta sastra Jawa ini telah membesarkan namanya hingga kerap diundang dalam berbagai acara adat dan festival budaya.

Jejaring sosial beliau terentang luas mulai dari DIY, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur melalui keterlibatannya dalam paguyuban Swara Rukmi dan pementasan antarkapanewon. Keaktifannya berbaur dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari sesama seniman, perias, hingga praktisi publik, menjadikan beliau jembatan penghubung yang harmonis antara civitas akademika UGM dengan lingkungan sekitar.

Seluruh kiprah Bapak Muryadi ini menjadi bukti nyata penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat lokal. Keaktifannya melestarikan tradisi mendukung SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan melalui perlindungan warisan budaya (cultural heritage), jejaring luasnya mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, serta keseimbangan seni, keluarga, dan kerja berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM turut bangga atas dedikasi beliau yang membuktikan bahwa insan UGM tidak hanya unggul di bidang akademis, tetapi juga berakar kuat pada nilai kebudayaan. (Kontributor: Muryadi)

Peringatan Kemerdekaan Indonesia selalu diperingati dengan meriah dan antusiasme di seluruh pelosok Indonesia, termasuk di Padukuhan Banteng, Kelurahan Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kab. Sleman. Rangkaian kegiatan dimulai pada 16 Agustus dengan lomba tumpeng dimana peserta ditantang untuk berkreasi menyajikan tumpeng dari bahan yang sepenuhnya bisa dikonsumsi, tanpa tambahan dekorasi non-pangan seperti pita atau plastik, dilanjutkan upacara bendera dan karnaval pada 17 Agustus pagi.

Salah satu hal yang menarik adalah keterlibatan Dr. Dewajani Purnomosari, Dosen Departemen Histologi dan Biologi Sel Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, yang akrab disapa Bu Neni. Beliau turut serta dalam lomba tumpeng bersama warga, dan kreasi tumpeng timnya berhasil meraih juara pertama.

Pada 17 Agustus pagi, usai pelaksanaan upacara bendera, warga kembali berkumpul dalam lomba karnaval yang meriah. Bu Neni turut tampil memimpin di barisan depan karnaval bersama warga. Kehadiran Bu Neni di tengah masyarakat menjadi simbol nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas lokal. Dengan berbagai kostum dan atraksi kreatif, suasana peringatan kemerdekaan semakin semarak, menghadirkan kegembiraan lintas generasi.

Partisipasi aktif Bu Neni sebagai bagian sivitas akademika dalam kegiatan masyarakat ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 11, yakni “Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan” (Sustainable Cities and Communities), yang menekankan pentingnya membangun komunitas yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara dosen dan warga dalam kegiatan sosial budaya menjadi bentuk nyata kontribusi pendidikan tinggi bagi penguatan modal sosial masyarakat.