Tag Archive for: SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)

Salah seorang dosen Departemen Histologi dan Biologi Sel, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), berpartisipasi dalam Workshop Biomedical UniqueVerse : BioXplore, Eksplorasi Data Pada Penelitian  yang diselenggarakan oleh program studi Magister Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada pada 28 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Satrio Adi Wicaksono berbagi topik terkait eksplorasi daring pangkalan data RNA-Sequencing publik untuk penelitian biomedik. Melalui paparan ini, para peserta yang tidak hanya berasal dari mahasiswa prodi MIB FKKMK UGM tetapi juga mahasiswa luar maupun sejawat dosen dari institusi lain dapat memaksimalkan kesempatan yang muncul dari keharusan peneliti mendepositkan data pemeriksaaan high-throughput kasarnya pada pangkalan data publik yang dapat diakses oleh semua orang. Melalui pengenalan platform GEO2R, diharapkan peserta dapat mengetahui bagaimana cara eksplorasi dan memeriksa ekspresi gen berbeda secara nyata tapi mungkin belum banyak diulas oleh peneliti pemilik pada manuskrip aslinya. Peserta juga dikenalkan bagaimana cara melihat ekspresi gen target yang menjadi ketertarikan masing-masing  peserta sembari bagaimana melakukan konfirmasi awal terkait fungsi gen yang ingin diobservasi melalui platform ARCHs maupun stringDB.

Dalam workshop tersebut juga didahului dengan paparan mengenai  eksplorasi data penelitian in-vivo oleh dr Nur Arfian, Ph.D dari departemen Anatomi serta penggunaaan Ensmble sebagai peramban genomik oleh dr Yogik Onky S.W, Ph.D dari departemen Biokimia.. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan teknologi  penelitian biomedik terkini secara kolaboratif yang diharapkan dapat diaplikasikan pada penelitian di prodi MIB sekaligus memperluas jejaring akademik dan penelitian Departemen Histologi & Biologi Sel di bidang  biomedical sciences dan bioinformatika.

Keikutsertaan dosen dan mahasiswa dalam konferensi serta pelatihan tersebut menunjukkan komitmen Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM untuk terus mengikuti perkembangan teknologi pemeriksaan ekspresi gen di tingkat transkriptomik  dan metode penelitian terkini. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas penelitian, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendukung pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam bidang histologi, biologi sel, dan riset biomedis.

Partisipasi dalam kegiatan ilmiah seperti Workshop Biomedical UniqueVerse 2026 menjadi bagian dari upaya Departemen Histologi dan Biologi Sel untuk mengembangkan lingkungan akademik yang mendukung pembelajaran berkelanjutan, inovasi, dan kolaborasi lintas institusi. Kegiatan ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Bermutu, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Satrio Adi Wicaksono)

Empat dosen dan satu mahasiswa Program Magister Departemen Histologi dan Biologi Sel, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), berpartisipasi dalam Imaging South East Asia (iSEA) Conference 2026 yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 22–23 September 2026.

Selain mengikuti konferensi, beberapa dosen Departemen Histologi dan Biologi Sel juga mengikuti kegiatan pre-conference workshop pada 21 September 2026. Dua dosen Dr. Satrio Adi Wicaksono dan Dr. Rina Susilowati mengikuti pelatihan mengenai Cryo-Electron Microscopy (Cryo-EM) yang diselenggarakan di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Workshop ini memberikan kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi Cryo-EM dan pemanfaatannya dalam penelitian struktur serta ultrastruktur biologis.

Pada waktu yang sama, satu dosen lainnya Dr. Dian Eurike Septyaningtrias mengikuti pre-conference workshop tentang confocal microscopy yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pelatihan tersebut memberikan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai teknologi dan aplikasi mikroskopi konfokal dalam penelitian biologi sel dan jaringan.

Dalam konferensi tersebut, ketiga dosen di atas serta Dr. Saihas Suhda dan satu mahasiswa S2 Merry Nikita berpartisipasi dalam presentasi poster untuk memaparkan hasil penelitian serta bertukar informasi dengan peneliti dan akademisi dari berbagai institusi. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil penelitian Departemen Histologi dan Biologi Sel sekaligus memperluas jejaring akademik dan penelitian di bidang imaging dan biomedical sciences.

Sesi presentasi poster berlangsung semarak dan interaktif, dengan banyak peserta yang mengunjungi poster yang dipresentasikan oleh dosen dan mahasiswa Departemen Histologi dan Biologi Sel. Antusiasme peserta memberikan kesempatan bagi para presenter untuk menjelaskan hasil penelitian secara lebih mendalam, menjawab pertanyaan, serta berdiskusi dan berinteraksi dengan kolega dari berbagai institusi. Interaksi tersebut juga menjadi kesempatan untuk bertukar gagasan dan membuka peluang jejaring serta kolaborasi penelitian di masa mendatang.

Keikutsertaan dosen dan mahasiswa dalam konferensi serta pelatihan tersebut menunjukkan komitmen Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM untuk terus mengikuti perkembangan teknologi imaging dan metode penelitian terkini. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas penelitian, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendukung pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam bidang histologi, biologi sel, dan riset biomedis.

Partisipasi dalam kegiatan ilmiah seperti iSEA Conference 2026 menjadi bagian dari upaya Departemen Histologi dan Biologi Sel untuk mengembangkan lingkungan akademik yang mendukung pembelajaran berkelanjutan, inovasi, dan kolaborasi lintas institusi. Kegiatan ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Bermutu, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Rina Susilowati)

Departemen Histologi dan Biologi Sel Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK‑KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan agenda akademis bertajuk Visiting Professor & Guest Lecturer 2026 pada 15–16 September 2026. Kegiatan ini menggandeng lembaga riset internasional Cancer Research Malaysia untuk memperkuat pemahaman dan inovasi riset onkologi.

Rangkaian hari pertama (15/9) diisi dengan Seminar Ilmiah bertopik “NPC from Basic to Clinic” di Ruang Kelas Lt.2 Departemen Histologi dan Biologi Sel FK‑KMK UGM. Seminar dipandu oleh Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D., dengan topik Nasopharyngeal Carcinoma (NPC) atau kanker nasofaring. Tiga pemateri ahli memaparkan risetnya, yaitu Dr. dr. Camelia Herdini, M.Kes., Sp.T.H.T.B.K.L., Subps.Onk(K), FICS (karakteristik klinis NPC di Indonesia), Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D. (biomarker berbasis EBV untuk diagnosis NPC), serta Prof. Dr. Sok Ching Cheong dari Cancer Research Malaysia (epidemiologi dan model terapi baru NPC di Malaysia).

Pada hari kedua (16/9), Departemen Histologi dan Biologi Sel bekerja sama dengan Program Studi Magister Ilmu Biomedik (MIB) menyelenggarakan Kuliah Umum Pascasarjana di Ruang Kuliah Lt.3. Kuliah umum mengusung tema “Modern Approaches in Cancer Research: from Disease Models to Target Discovery” dan dimoderatori oleh Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D. Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Sok Ching Cheong (From Patients to Models) serta Dr. Annie Chai (Using CRISPR and Big Data to Discover New Cancer Targets). Forum menjadi ruang diskusi interaktif bagi dosen, mahasiswa, PPDS, dan peneliti tentang pemanfaatan teknologi genomik modern untuk penemuan target terapi kanker presisi.

“Selain memberikan wawasan mendalam mengenai riset kanker kepada mahasiswa, kuliah tamu ini juga memberikan gambaran mengenai peta kemajuan riset kanker di Malaysia. Sebagai dosen, tentu kami tidak ingin melewatkan momentum ini sekadar untuk mengundang narasumber, melainkan juga untuk menjajaki dan mendiskusikan peluang kolaborasi penelitian,” ujar Nur Aziz, S.Farm., Ph.D., dosen Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM.

Rangkaian kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen FK‑KMK UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kolaborasi riset lintas negara bersama Cancer Research Malaysia mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), sedangkan pengayaan bahan ajar berstandar global mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Adapun penguatan riset translasional ini berorientasi pada peningkatkan kualitas diagnosis dan penanganan kanker guna mewujudkan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). (Kontributor: Nur Aziz)

Melbourne, Australia — Agustus 2026. Departemen Histologi dan Biologi Sel, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) turut berpartisipasi dalam International Federation of Associations of Anatomists (IFAA) Congress 2026 yang diselenggarakan di Melbourne, Australia.

Kongres IFAA merupakan salah satu forum internasional penting dalam bidang ilmu anatomi dan ilmu terkait, yang mempertemukan ahli anatomi, peneliti, pendidik, serta organisasi profesi dari berbagai negara. Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi perkembangan terbaru dalam pendidikan anatomi, penelitian, teknologi pencitraan, ilmu sel dan jaringan, neuroscience, serta berbagai bidang ilmu anatomi lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM dr. Rina Susilowati Ph.D. berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian mengenai penerapan stereologi dalam penelitian histologi dengan judul “Design-Based Stereology for Quantifying Myenteric Neurons in the Rat Colon.” Presentasi tersebut membahas penerapan metode stereologi berbasis desain untuk memperkirakan jumlah neuron pada plexus myentericus colon tikus secara kuantitatif dan sistematis. Presentasi tersebut tergabung dalam salah satu simposium berjudul “Stereology: A Powerful Tool to Quantify Cellular Populations in Anatomical Research” bersama tiga pembicara lainnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa metode stereologi dapat menjadi pendekatan yang kuat untuk memperoleh estimasi kuantitatif populasi sel dan perubahan struktur jaringan. Dalam penelitian yang dilakukan di Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM, pendekatan vertical uniform random sampling (VURS) dan physical disector digunakan bersama dengan analisis berbantuan perangkat lunak sumber terbuka seperti FIJI. Pendekatan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana metode stereologi dapat diterapkan secara efektif dalam penelitian tanpa selalu bergantung pada sistem stereologi khusus yang mahal.

Selain mengikuti sesi ilmiah dan mempresentasikan hasil penelitian, keikutsertaan dalam Kongres IFAA 2026 juga menjadi kesempatan penting untuk bertukar pengalaman dengan para ahli anatomi dan histologi dari berbagai negara. Berbagai diskusi selama kongres membuka peluang untuk memperluas jejaring akademik, mengembangkan kolaborasi penelitian internasional, serta memperoleh wawasan mengenai perkembangan pendidikan dan penelitian anatomi di tingkat global.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan untuk mengikuti General Assembly IFAA dan memahami perkembangan organisasi profesi anatomi di tingkat internasional. Partisipasi dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkuat keterlibatan Indonesia dalam komunitas anatomi internasional sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi akademisi dan peneliti Indonesia untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan asosiasi anatomi dari berbagai negara.

Bagi Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM, keikutsertaan dalam Kongres IFAA 2026 menjadi bagian dari upaya untuk terus mengembangkan kapasitas penelitian, memperkuat jejaring internasional, serta meningkatkan kontribusi dalam pengembangan ilmu anatomi dan histologi. Pengalaman dan jejaring yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi penelitian, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan kegiatan pendidikan dan akademik di lingkungan FK-KMK UGM.

Partisipasi dalam forum internasional seperti IFAA juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kontribusi penelitian anatomi dari Indonesia kepada komunitas akademik global dan sekaligus mendorong semakin aktifnya keterlibatan institusi pendidikan kedokteran Indonesia dalam perkembangan ilmu anatomi internasional.

Keikutsertaan dalam IFAA Congress 2026 turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Bermutu) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kegiatan ini mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pendidikan serta penelitian anatomi, sekaligus memperluas jejaring dan peluang kolaborasi akademik internasional. (Kontributor: Rina Susilowati)

Gambar 1. Di lokasi acara Kongres IFAA 2026

Gambar 2. bersama pembicara lain di simposium “Stereology: A Powerful Tool to Quantify Cellular Populations in Anatomical Research”

Kinerja dan dedikasi staf tenaga kependidikan Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM, Bapak Muryadi, mendapat apresiasi khusus dalam artikel majalah berbahasa Jawa DJAKA LODANG edisi Juni 2026. Pemberitaan tersebut mengulas sosok beliau yang luwes dalam menjalankan tugas operasional kampus bersama staf Dosen, sekaligus aktif mengabdi dan merawat seni budaya lokal di tengah masyarakat.

Di luar aktivitasnya sebagai PNS di UGM, warga Kembaran, Tamantirto, Bantul ini dikenal aktif sebagai seniman ketoprak, pranatacara (MC adat Jawa), serta penggiat campursari. Kegemaran dan konsistensinya dalam melestarikan seni pertunjukan serta sastra Jawa ini telah membesarkan namanya hingga kerap diundang dalam berbagai acara adat dan festival budaya.

Jejaring sosial beliau terentang luas mulai dari DIY, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur melalui keterlibatannya dalam paguyuban Swara Rukmi dan pementasan antarkapanewon. Keaktifannya berbaur dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari sesama seniman, perias, hingga praktisi publik, menjadikan beliau jembatan penghubung yang harmonis antara civitas akademika UGM dengan lingkungan sekitar.

Seluruh kiprah Bapak Muryadi ini menjadi bukti nyata penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat lokal. Keaktifannya melestarikan tradisi mendukung SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan melalui perlindungan warisan budaya (cultural heritage), jejaring luasnya mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, serta keseimbangan seni, keluarga, dan kerja berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM turut bangga atas dedikasi beliau yang membuktikan bahwa insan UGM tidak hanya unggul di bidang akademis, tetapi juga berakar kuat pada nilai kebudayaan. (Kontributor: Muryadi)

Program magang menjadi salah satu layanan laboratorium di Departemen Histologi dan Biologi Sel yang cukup diminati dan merupakan upaya Departemen dalam mengembangkan kerjasama di bidang pendidikan dan penelitian. Hingga pertengahan tahun 2026 ini, setidaknya sudah terlaksana dua kali program magang. Program magang pertama dilaksanakan di bulan Februari dan diikuti oleh teknisi dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), dan yang kedua baru saja dilaksanakan di akhir bulan Mei kemarin, dengan dua peserta yang berasal dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Brawijaya.

Program magang untuk teknisi FKG dari Universitas Brawijaya adalah pewarnaan rutin (Hematoxylin-Eosin) dan imunohistokimia. Program tersebut dilaksanakan selama dua hari. Di sela-sela pengerjaan pewarnaan di laboratorium, peserta magang mendapat asupan teori dasar-dasar mikroteknik dan pembuatan sediaan dari jaringan keras seperti gigi, yang disampaikan oleh dr. Rina Susilowati, Ph.D. Kedua peserta magang, Helly Nurul Karima, S.Pt., MP. dan Maulidan Asyrofil Anam, S.Si., merasa puas dengan penjelasan yang mereka anggap baru mengenai pembuatan sediaan histologi dari jaringan keras tanpa melalui proses pelunakan.

Setelah menyelesaikan proses pewarnaan, para peserta magang berkesempatan melakukan pengamatan langsung serta dokumentasi menggunakan kamera mikroskop. Mereka juga diajak menganalisis hasil kerja secara mandiri dan terlibat dalam diskusi interaktif bersama instruktur. Melalui aktivitas praktik langsung ini, program magang secara nyata berkontribusi dalam mendukung capaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) untuk meningkatkan kompetensi peserta. Selain itu, ruang diskusi yang aplikatif ini memicu terjadinya pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) antara peserta dan instruktur, yang sejalan dengan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dan transfer ilmu.
(Kontributor: Saihas Suhda)

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Medical Molecular Morphology pada 26 Maret 2026 melaporkan hasil kajian mengenai perubahan ekspresi protein Klotho pada ginjal tikus yang terpapar Trimethyltin (TMT). Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dengan anggota  Devi Purnamasari Sasongko, Dian Eurike Septyaningtrias dan Rina Susilowati, dengan tujuan untuk mengeksplorasi dampak sistemik TMT, yang kerap ditemukan pada industri sebagai bahan aditif pembuatan bahan plastik serta katalis pembuatan poliuretan dan silikon. Dalam kadar tertentu, senyawa organotin ini juga digunakan sebagai pengawet kayu, cat mencegah lumut, dan pengontrol hama. Di laboratorium biomedis, TMT lebih dikenal sebagai agen model degenerasi saraf sehingga digunakan untuk membuat model hewan degenerasi otak. 

Dalam penelitian eksperimental ini, sepuluh ekor tikus jantan galur Sprague–Dawley dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok yang mendapatkan paparan TMT dosis tunggal. Setelah 28 hari, dilakukan evaluasi terhadap fungsi ginjal, perubahan jaringan, serta ekspresi penanda inflamasi dan protein terkait proteksi seluler.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi ginjal tetap berada dalam kondisi stabil, ditandai dengan tidak adanya perbedaan signifikan kadar urea dan kreatinin antara kedua kelompok. Namun demikian, pemeriksaan histologis mengungkap adanya perubahan ringan berupa infiltrasi sel inflamasi dan ekspansi mesangial pada ginjal tikus yang terpapar TMT. Selain itu, terjadi peningkatan ekspresi TNF-α pada tubulus distal, yang mengindikasikan adanya respon inflamasi.

Menariknya, studi ini juga menemukan peningkatan ekspresi protein Klotho pada bagian tubulus ginjal, meskipun tidak disertai perubahan pada tingkat mRNA Klotho maupun Nrf2. Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya mekanisme regulasi pasca-transkripsi dalam respon sel terhadap paparan toksik.

Menanggapi temuan tersebut, Devi Purnamasari Sasongko yang juga merupakan alumni S2 Magister Ilmu Biomedis minat Histologi dan Biologi Sel dan kini dosen di Universitas Negeri Surabaya menyampaikan bahwa hasil ini memberikan gambaran awal mengenai respon biologis ginjal terhadap stres akibat paparan zat toksik.

“Temuan ini menunjukkan adanya respon seluler yang kompleks pada ginjal, khususnya terkait ekspresi Klotho. Meskipun fungsi ginjal tidak terganggu secara signifikan dengan paparan tunggal Trimethyltin, perubahan pada tingkat jaringan dan protein tetap perlu menjadi perhatian untuk penelitian lanjutan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, penelitian ini menambah wawasan dalam bidang biomedis terkait efek sistemik Trimethyltin dan membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut mengenai peran Klotho dalam respon ginjal terhadap stres lingkungan dan toksikologi.Penelitian ini memiliki keterkaitan erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui kontribusinya dalam memahami mekanisme proteksi ginjal terhadap paparan toksin yang berpotensi mendukung pengembangan terapi penyakit ginjal. Penelitian ini juga merupakan hasil pemikiran dalam masa pendidikan penulis yang dapat berguna sebagai bahan pembelajaran bagi akademisi lain, yang turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Adanya kerjasama antara kedua afiliasi dalam penelitian ini mendukung SDG 17 (Kemitraan dalam Mencapai Tujuan). Selain itu, studi ini juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) karena menghadirkan inovasi di bidang biomedis melalui eksplorasi regulasi protein Klotho sebagai target potensial terapi. Di sisi lain, kajian mengenai dampak Trimethyltin turut berkontribusi pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan bahan kimia dan implikasinya terhadap kesehatan, sehingga mendorong praktik yang lebih aman dan berkelanjutan. (Kontributor: Rina Susilowati)
Link Artikel: https://doi.org/10.1007/s00795-026-00458-2

Dua dosen dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam ajang International Young Talents Exchange Program yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada 9-12 Maret 2026. Sebanyak delapan orang terpilih mengikuti program ini, yang terdiri dari lima peserta asal Vietnam dan tiga peserta asal Indonesia. Adapun perwakilan Indonesia tersebut meliputi satu orang dari Kementerian Kesehatan serta dua akademisi UGM, yaitu Nur Aziz (Dosen Departemen Histologi dan Biologi Sel) dan Moh. Hendra Setya Lesmana (Dosen Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas).

Selama empat hari, rangkaian acara difokuskan pada visitasi ke berbagai pusat unggulan riset dan teknologi di Shanghai. Para peserta mengunjungi Single Cell Omics Center di Shanghai Jiao Tong University untuk mempelajari analisis sel tunggal, serta melakukan peninjauan ke Shanghai Biobank dan perusahaan Origincell. Kunjungan juga dilakukan ke Shanghai Pulmonary Hospital untuk mendalami penanganan penyakit paru dan fasilitas baik rumah sakit maupun laboratorium penelitiannya. Selain visitasi lapangan, para perwakilan ini melakukan diskusi intensif terkait peluang kolaborasi penelitian internasional.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui penjajakan riset di bidang omics dan biobank, keterlibatan dosen UGM berkontribusi pada pengembangan pengobatan presisi yang krusial bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan. Di sisi lain, kolaborasi antara perwakilan Indonesia, Vietnam, dan Tiongkok ini mencerminkan semangat kemitraan global dalam berbagi pengetahuan dan teknologi untuk mengakselerasi pencapaian target pembangunan berkelanjutan di sektor kesehatan. (Kontributor: Nur Aziz)

Kamis, 26 Februari 2026, keluarga besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Tirakatan Dies Natalis ke-80 Lustrum XVI yang dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama FK-KMK UGM. Kegiatan ini berlangsung pukul 15.15–19.00 WIB, bertempat di Selasar Gedung Radiopoetro Lantai 1 FK-KMK UGM, dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Sebagai bagian dari Universitas Gadjah Mada, FK-KMK UGM telah menapaki perjalanan panjang selama delapan dekade dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan berdedikasi. Momentum Dies Natalis ke-80 ini menjadi kesempatan berharga untuk merefleksikan sejarah, pencapaian, serta kontribusi fakultas bagi bangsa dan dunia kesehatan.

Refleksi Pendidikan Kedokteran dari Masa ke Masa

Mengusung tema “Refleksi Pendidikan Kedokteran dari Masa ke Masa”, acara tirakatan menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman dan kontribusi besar dalam dunia pendidikan kedokteran, yaitu: Prof.dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D, Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.D.V.E,Subs.D.T, dan Prof. dr. Budi Mulyono, Sp.PK.(K).,MM.

Melalui pemaparan dan refleksi para narasumber, peserta diajak menelusuri dinamika pendidikan kedokteran dari masa ke masa, mulai dari sistem pembelajaran konvensional hingga transformasi menuju pendekatan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis teknologi. Diskusi ini tidak hanya mengenang perjalanan panjang, tetapi juga menguatkan komitmen untuk terus berinovasi dalam menjawab tantangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, staf dari Departemen kami Teguh Sugiharto, turut hadir mewakili Departemen Hsitologi dan Biologi Sel sebagai bentuk partisipasi dan dukungan terhadap rangkaian kegiatan Dies Natalis FK-KMK UGM. Kehadiran perwakilan departemen ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kontribusi aktif seluruh elemen fakultas dalam memeriahkan peringatan delapan dekade perjalanan institusi.

Tirakatan dan Doa Bersama

Rangkaian acara tirakatan menjadi momen penuh makna untuk memanjatkan doa dan rasa syukur atas delapan puluh tahun perjalanan FK-KMK UGM. Suasana reflektif yang terbangun mempererat solidaritas antar sivitas akademika antara lain dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, maupun alumni, dalam satu semangat pengabdian.

Kebersamaan dalam Buka Puasa

Menjelang waktu Maghrib, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Momentum Ramadan semakin memperkuat nilai kebersamaan dan silaturahmi lintas generasi di lingkungan FK-KMK UGM. Hidangan yang dinikmati bersama menjadi simbol persaudaraan dan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin.

Perayaan Dies Natalis ke-80 Lustrum XVI ini bukan sekadar peringatan perjalanan waktu, melainkan juga peneguhan komitmen FK-KMK UGM untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Partisipasi aktif departemen dalam agenda ini merupakan wujud nyata implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi sejarah pendidikan serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Dengan mempererat kolaborasi internal dan refleksi akademik, Departemen Histologi dan Biologi Sel berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat. (Kontributor: Siti Ani Muntoifah)

Sebagai wujud komitmen dalam menyebarluaskan keilmuan dan keahlian di bidang histologi, Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM menyambut seorang teknisi laboratorium dari FK Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dalam program magang. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Februari 2026. 

Program magang ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan di bidang mikroteknik, yaitu teknik pembuatan sediaan histologi. Selama lima hari, instruktur dan fasilitator mendampingi peserta untuk mendalami setiap tahap dalam mikroteknik, seperti nekropsi tikus, pengambilan dan pengawetan jaringan, pembuatan sediaan histologi, dan pewarnaan sediaan histologi. Selain melakukan praktik langsung secara mandiri, peserta juga mendapatkan kuliah yang berisi teori-teori penting terkait mikroteknik.

Kegiatan yang berakhir pada 6 Februari 2026 ini ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi teknis. Pihak Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM berharap keterampilan yang telah dipelajari dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan performa layanan laboratorium di institusi asal, sekaligus membuka kesempatan kolaborasi penelitian di masa depan.

Langkah kolaboratif ini juga menjadi bukti nyata kontribusi Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM dalam mendukung pencapaian SDGs, terutama pada SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kapasitas SDM, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama lintas institusi. (Kontributor: Saihas Suhda)