Tag Archive for: SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Medical Molecular Morphology pada 26 Maret 2026 melaporkan hasil kajian mengenai perubahan ekspresi protein Klotho pada ginjal tikus yang terpapar Trimethyltin (TMT). Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dengan anggota  Devi Purnamasari Sasongko, Dian Eurike Septyaningtrias dan Rina Susilowati, dengan tujuan untuk mengeksplorasi dampak sistemik TMT, yang kerap ditemukan pada industri sebagai bahan aditif pembuatan bahan plastik serta katalis pembuatan poliuretan dan silikon. Dalam kadar tertentu, senyawa organotin ini juga digunakan sebagai pengawet kayu, cat mencegah lumut, dan pengontrol hama. Di laboratorium biomedis, TMT lebih dikenal sebagai agen model degenerasi saraf sehingga digunakan untuk membuat model hewan degenerasi otak. 

Dalam penelitian eksperimental ini, sepuluh ekor tikus jantan galur Sprague–Dawley dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok yang mendapatkan paparan TMT dosis tunggal. Setelah 28 hari, dilakukan evaluasi terhadap fungsi ginjal, perubahan jaringan, serta ekspresi penanda inflamasi dan protein terkait proteksi seluler.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi ginjal tetap berada dalam kondisi stabil, ditandai dengan tidak adanya perbedaan signifikan kadar urea dan kreatinin antara kedua kelompok. Namun demikian, pemeriksaan histologis mengungkap adanya perubahan ringan berupa infiltrasi sel inflamasi dan ekspansi mesangial pada ginjal tikus yang terpapar TMT. Selain itu, terjadi peningkatan ekspresi TNF-α pada tubulus distal, yang mengindikasikan adanya respon inflamasi.

Menariknya, studi ini juga menemukan peningkatan ekspresi protein Klotho pada bagian tubulus ginjal, meskipun tidak disertai perubahan pada tingkat mRNA Klotho maupun Nrf2. Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya mekanisme regulasi pasca-transkripsi dalam respon sel terhadap paparan toksik.

Menanggapi temuan tersebut, Devi Purnamasari Sasongko yang juga merupakan alumni S2 Magister Ilmu Biomedis minat Histologi dan Biologi Sel dan kini dosen di Universitas Negeri Surabaya menyampaikan bahwa hasil ini memberikan gambaran awal mengenai respon biologis ginjal terhadap stres akibat paparan zat toksik.

“Temuan ini menunjukkan adanya respon seluler yang kompleks pada ginjal, khususnya terkait ekspresi Klotho. Meskipun fungsi ginjal tidak terganggu secara signifikan dengan paparan tunggal Trimethyltin, perubahan pada tingkat jaringan dan protein tetap perlu menjadi perhatian untuk penelitian lanjutan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, penelitian ini menambah wawasan dalam bidang biomedis terkait efek sistemik Trimethyltin dan membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut mengenai peran Klotho dalam respon ginjal terhadap stres lingkungan dan toksikologi.Penelitian ini memiliki keterkaitan erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui kontribusinya dalam memahami mekanisme proteksi ginjal terhadap paparan toksin yang berpotensi mendukung pengembangan terapi penyakit ginjal. Penelitian ini juga merupakan hasil pemikiran dalam masa pendidikan penulis yang dapat berguna sebagai bahan pembelajaran bagi akademisi lain, yang turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Adanya kerjasama antara kedua afiliasi dalam penelitian ini mendukung SDG 17 (Kemitraan dalam Mencapai Tujuan). Selain itu, studi ini juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) karena menghadirkan inovasi di bidang biomedis melalui eksplorasi regulasi protein Klotho sebagai target potensial terapi. Di sisi lain, kajian mengenai dampak Trimethyltin turut berkontribusi pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan bahan kimia dan implikasinya terhadap kesehatan, sehingga mendorong praktik yang lebih aman dan berkelanjutan. (Kontributor: Rina Susilowati)
Link Artikel: https://doi.org/10.1007/s00795-026-00458-2

Dua dosen dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam ajang International Young Talents Exchange Program yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada 9-12 Maret 2026. Sebanyak delapan orang terpilih mengikuti program ini, yang terdiri dari lima peserta asal Vietnam dan tiga peserta asal Indonesia. Adapun perwakilan Indonesia tersebut meliputi satu orang dari Kementerian Kesehatan serta dua akademisi UGM, yaitu Nur Aziz (Dosen Departemen Histologi dan Biologi Sel) dan Moh. Hendra Setya Lesmana (Dosen Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas).

Selama empat hari, rangkaian acara difokuskan pada visitasi ke berbagai pusat unggulan riset dan teknologi di Shanghai. Para peserta mengunjungi Single Cell Omics Center di Shanghai Jiao Tong University untuk mempelajari analisis sel tunggal, serta melakukan peninjauan ke Shanghai Biobank dan perusahaan Origincell. Kunjungan juga dilakukan ke Shanghai Pulmonary Hospital untuk mendalami penanganan penyakit paru dan fasilitas baik rumah sakit maupun laboratorium penelitiannya. Selain visitasi lapangan, para perwakilan ini melakukan diskusi intensif terkait peluang kolaborasi penelitian internasional.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui penjajakan riset di bidang omics dan biobank, keterlibatan dosen UGM berkontribusi pada pengembangan pengobatan presisi yang krusial bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan. Di sisi lain, kolaborasi antara perwakilan Indonesia, Vietnam, dan Tiongkok ini mencerminkan semangat kemitraan global dalam berbagi pengetahuan dan teknologi untuk mengakselerasi pencapaian target pembangunan berkelanjutan di sektor kesehatan. (Kontributor: Nur Aziz)

Kamis, 26 Februari 2026, keluarga besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Tirakatan Dies Natalis ke-80 Lustrum XVI yang dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama FK-KMK UGM. Kegiatan ini berlangsung pukul 15.15–19.00 WIB, bertempat di Selasar Gedung Radiopoetro Lantai 1 FK-KMK UGM, dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Sebagai bagian dari Universitas Gadjah Mada, FK-KMK UGM telah menapaki perjalanan panjang selama delapan dekade dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan berdedikasi. Momentum Dies Natalis ke-80 ini menjadi kesempatan berharga untuk merefleksikan sejarah, pencapaian, serta kontribusi fakultas bagi bangsa dan dunia kesehatan.

Refleksi Pendidikan Kedokteran dari Masa ke Masa

Mengusung tema “Refleksi Pendidikan Kedokteran dari Masa ke Masa”, acara tirakatan menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman dan kontribusi besar dalam dunia pendidikan kedokteran, yaitu: Prof.dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D, Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.D.V.E,Subs.D.T, dan Prof. dr. Budi Mulyono, Sp.PK.(K).,MM.

Melalui pemaparan dan refleksi para narasumber, peserta diajak menelusuri dinamika pendidikan kedokteran dari masa ke masa, mulai dari sistem pembelajaran konvensional hingga transformasi menuju pendekatan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis teknologi. Diskusi ini tidak hanya mengenang perjalanan panjang, tetapi juga menguatkan komitmen untuk terus berinovasi dalam menjawab tantangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, staf dari Departemen kami Teguh Sugiharto, turut hadir mewakili Departemen Hsitologi dan Biologi Sel sebagai bentuk partisipasi dan dukungan terhadap rangkaian kegiatan Dies Natalis FK-KMK UGM. Kehadiran perwakilan departemen ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kontribusi aktif seluruh elemen fakultas dalam memeriahkan peringatan delapan dekade perjalanan institusi.

Tirakatan dan Doa Bersama

Rangkaian acara tirakatan menjadi momen penuh makna untuk memanjatkan doa dan rasa syukur atas delapan puluh tahun perjalanan FK-KMK UGM. Suasana reflektif yang terbangun mempererat solidaritas antar sivitas akademika antara lain dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, maupun alumni, dalam satu semangat pengabdian.

Kebersamaan dalam Buka Puasa

Menjelang waktu Maghrib, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Momentum Ramadan semakin memperkuat nilai kebersamaan dan silaturahmi lintas generasi di lingkungan FK-KMK UGM. Hidangan yang dinikmati bersama menjadi simbol persaudaraan dan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin.

Perayaan Dies Natalis ke-80 Lustrum XVI ini bukan sekadar peringatan perjalanan waktu, melainkan juga peneguhan komitmen FK-KMK UGM untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Partisipasi aktif departemen dalam agenda ini merupakan wujud nyata implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi sejarah pendidikan serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Dengan mempererat kolaborasi internal dan refleksi akademik, Departemen Histologi dan Biologi Sel berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat. (Kontributor: Siti Ani Muntoifah)

Sebagai wujud komitmen dalam menyebarluaskan keilmuan dan keahlian di bidang histologi, Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM menyambut seorang teknisi laboratorium dari FK Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dalam program magang. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Februari 2026. 

Program magang ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan di bidang mikroteknik, yaitu teknik pembuatan sediaan histologi. Selama lima hari, instruktur dan fasilitator mendampingi peserta untuk mendalami setiap tahap dalam mikroteknik, seperti nekropsi tikus, pengambilan dan pengawetan jaringan, pembuatan sediaan histologi, dan pewarnaan sediaan histologi. Selain melakukan praktik langsung secara mandiri, peserta juga mendapatkan kuliah yang berisi teori-teori penting terkait mikroteknik.

Kegiatan yang berakhir pada 6 Februari 2026 ini ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi teknis. Pihak Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM berharap keterampilan yang telah dipelajari dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan performa layanan laboratorium di institusi asal, sekaligus membuka kesempatan kolaborasi penelitian di masa depan.

Langkah kolaboratif ini juga menjadi bukti nyata kontribusi Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM dalam mendukung pencapaian SDGs, terutama pada SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kapasitas SDM, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama lintas institusi. (Kontributor: Saihas Suhda)

Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM kembali mengantarkan  seorang mahasiswa lulus ujian Disertasi S3 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan melalui ujian disertasi yang diselenggarakan pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 12.30–15.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Ujian Prodi S3, Gedung Pascasarjana Tahir Sayap Utara Lantai 3, dan dipimpin oleh Prof. Marsetyawan.

Mahasiswa yang dinyatakan lulus adalah dr. Teresa Lucretia, dosen Departemen Histologi  Universitas Kristen Maranatha Bandung, yang berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Dampak Progresi Diabetes terhadap Lien Tikus: Kajian Stereologi, Histopatologi, Flow Cytometry dan Ekspresi Ligan Kemokin.”

Dalam penelitiannya, dr. Teresa mengkaji dampak diabetes melitus terhadap lien atau dalam bahasa awam disebut sebagai limpa,  organ penting dalam sistem kekebalan tubuh. Diabetes diketahui tidak hanya mempengaruhi kadar gula darah, tetapi juga dapat melemahkan daya tahan tubuh. Melalui penelitian ini, ditunjukkan bahwa perjalanan diabetes dapat menyebabkan perubahan bertahap pada struktur dan fungsi organ imun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase awal diabetes, limpa masih mempertahankan ukuran normal secara makroskopis, namun telah terjadi aktivasi imun adaptif, ditandai dengan peningkatan aktivitas pulpa alba, infiltrasi sel inflamasi, peningkatan jumlah limfosit T dan B, serta peningkatan ekspresi gen ligan kemokin CCL19. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada tahap awal, limpa masih berperan aktif dalam merespons kondisi hiperglikemia dan stres oksidatif sistemik.

Sebaliknya, pada fase lanjut diabetes, ditemukan involusi struktural dan fungsional lien, ditandai dengan ukuran organ yang lebih kecil, penurunan volume pulpa alba dan zona marginalis, peningkatan fraksi jaringan ikat, serta tidak ditemukannya peningkatan jumlah limfosit T dan B. Kondisi ini mencerminkan terjadinya kelelahan imun (immune exhaustion) dan penurunan kapasitas respon imun adaptif pada diabetes kronis. Pola ekspresi ligan kemokin yang tidak seimbang pada fase lanjut juga mengindikasikan adanya gangguan regulasi migrasi sel imun.

Penelitian ini menggunakan berbagai pendekatan ilmiah, antara lain pemeriksaan jaringan secara mikroskopis dengan analisis kualitatif, semi kuantitatif dan stereologi, penghitungan sel imun dengan teknologi flow cytometry, serta analisis ekspresi gen menggunakan qRT-PCR. Kombinasi metode tersebut memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai perubahan organ imun akibat diabetes.

Selama studi doktoralnya, dr. Teresa Lucretia dibimbing oleh dr. Rina Susilowati, Ph.D. dan Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D. Ujian disertasi ini juga melibatkan tim penguji yang terdiri dari para pakar di bidangnya yaitu dr. Arta Farmawati, Ph.D., Dr. dr. Umi S. Intansari, M.Kes., Sp.PK(K), dr. Vina Yanti Susanti, Sp.PD-KEMD, M.Sc., Ph.D., dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D. dan dr. Hana Ratnawati, M.Kes., PA(K)

Dewan penguji memberikan apresiasi atas kedalaman analisis, integrasi pendekatan morfologis, imunologis, dan molekuler, serta kontribusi ilmiah penelitian ini dalam memahami dampak diabetes terhadap sistem imun.

Berdasarkan hasil sidang, dr. Teresa Lucretia dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar Doktor. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengendalian diabetes sejak dini, tidak hanya untuk mencegah komplikasi organ, tetapi juga untuk menjaga kekuatan sistem kekebalan tubuh.Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM mengucapkan selamat dan sukses kepada dr. Teresa Lucretia atas capaian akademik yang diraih, serta berharap hasil penelitiannya dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan menjadi pijakan awal penelitian selanjutnya. Selamat mempersiapkan wisuda di bulan April 2026.

Penelitian serta capaian akademik dr. Teresa Lucretia secara strategis mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui fokus pada pengendalian diabetes dan penguatan sistem imun, kontribusinya selaras dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pencapaian ini juga mencerminkan implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dedikasi pada pendidikan doktoral dan standarisasi riset ilmiah yang bermutu. Dalam aspek teknis, pemanfaatan inovasi serta teknologi riset biomedik yang ia terapkan sejalan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, kolaborasi lintas institusi dan multidisiplin yang dilakukan menjadi langkah nyata dalam pemenuhan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) guna mendorong kemajuan ilmu pengetahuan secara kolektif. (Kontributor: Rina Susilowati)

Departemen Histologi dan Biologi Sel sukses menyelenggarakan “Rapat Kerja Awal Tahun 2026” pada 26 Januari 2026. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh seluruh elemen departemen, mulai dari jajaran staf dosen hingga tenaga kependidikan.

Acara diawali dengan laporan dr. Rina Susilowati, Ph.D., yang memaparkan capaian tahun lalu. Terungkap bahwa seluruh target kinerja departemen tahun 2025 terpenuhi 100%. Prestasi ini merupakan buah dari dedikasi kolektif seluruh staf Departemen Histologi dan Biologi Sel.

Ketua Departemen periode 2026-2031, Dra. Dewajani Purnomosari, M.Si., Ph.D., kemudian memaparkan proyeksi target satu tahun ke depan. Beliau menekankan bahwa pencapaian target bukan sekadar pemenuhan indikator administratif, melainkan tanggung jawab moral untuk memajukan institusi. Beliau mengajak seluruh staf untuk berinovasi melampaui batas target formal demi kontribusi nyata pada ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Melalui sinergi ini, departemen menegaskan komitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Rapat kerja ini merupakan kegiatan yang sejalan dengan prinsip SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penjaminan mutu akademik, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi internal demi ekosistem kerja yang inklusif.

Pertemuan ditutup dengan penuh kehangatan melalui sebuah pantun:

Pagi hari sarapan roti, Kopi hangat teman bekerja. Awal tahun satukan hati, Kerja sama kunci sukses bersama.

(Kontributor: Nur Aziz)

Mengawali langkah di tahun 2026, Departemen Histologi dan Biologi Sel kembali menggelar kegiatan kerja bakti pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang konsisten dilaksanakan setiap awal dan pertengahan tahun untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana departemen.

Sejak pagi hari, suasana gotong royong tampak kental saat seluruh elemen departemen, baik staf dosen maupun tenaga kependidikan, bahu-membahu membersihkan dan menata ulang fasilitas. Kegiatan kerja bakti meliputi pembersihan dan penataan area ruang pengajaran serta area laboratorium guna menyambut semester baru.

Selain untuk menjaga kualitas fasilitas, momen ini menjadi sarana mempererat kekompakan antarstaf di luar rutinitas akademik. Semangat kebersamaan tersebut semakin terasa saat seluruh peserta menutup kegiatan dengan acara makan siang bersama yang penuh kehangatan.

Kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud nyata komitmen departemen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Aksi ini secara langsung mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan menciptakan lingkungan kerja yang higienis dan nyaman. Selain itu, kolaborasi ini selaras dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), di mana sinergi antara dosen dan tenaga kependidikan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan kualitas layanan institusi. (Kontributor: Nur Aziz)

Departemen Histologi dan Biologi Sel kembali menorehkan prestasi akademik melalui publikasi artikel ilmiah berjudul “Stereological analysis of spleen alterations in streptozotocin–nicotinamide-induced diabetic rats”, yang terbit online ahead of print pada 8 Desember 2025 di jurnal internasional bereputasi Biotechnique & Histochemistry (https://doi.org/10.1080/10520295.2025.2587290)

Publikasi ini merupakan hasil kolaborasi penelitian dengan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Bandung, sekaligus menjadi bagian dari disertasi mahasiswa S3 Teresa Lucretia, dengan pembimbing Rina Susilowati dan Dewi Kartikawati Paramita.

Penelitian ini memberikan pemahaman baru mengenai bagaimana progresi diabetes mempengaruhi struktur dan fungsi limpa — organ kunci dalam sistem imun. Dengan pendekatan stereologi berbasis desain dan flowcytometry, tim menilai perubahan histopatologi limpa pada dua fase perkembangan diabetes: minggu ke-5 dan ke-10 setelah induksi streptozotocin–nikotinamida.

Temuan utama penelitian:

  • Pada tahap awal (minggu ke-5), model diabetes menunjukkan respon inflamasi aktif tanpa tanda pengecilan limpa yang bermakna; terjadi peningkatan limfosit dan migrasi limfosit yang mencerminkan aktivasi respon imun adaptif.

  • Pada tahap lanjut (minggu ke-10), terjadi pengecilan limpa signifikan – terutama pada volume pulpa alba – yang proporsional dengan berat badan, menggambarkan dampak sistemik diabetes kronis. Volume yang lebih kecil terutama pada jaringan limfoid pulpa alba mengisyaratkan adanya kelelahan sistem imun adaptif yang tidak lagi responsif terhadap kerusakan jaringan.

Komentar dari Teresa Lucretia (mahasiswa S3):

“Kami sangat bersyukur penelitian ini dapat dipublikasikan. Dengan menelusuri perubahan limpa pada fase awal dan lanjut diabetes, kami berharap hasil ini dapat mendorong perhatian lebih terhadap aspek imunologis dalam manajemen penyakit diabetes. Semoga ke depan dapat dikembangkan strategi pencegahan dan terapi yang lebih holistik, sehingga pada akhirnya dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien.”

Departemen Histologi dan Biologi Sel mengapresiasi dedikasi seluruh tim peneliti dan berharap kolaborasi riset dengan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung terus berlanjut dalam penguatan ilmu biologi sel dan imunologi.

Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Penelitian ini selaras dengan upaya pencapaian SDG 3 — Good Health and Well-being, khususnya dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui pengembangan ilmu pengetahuan mengenai penyakit kronis metabolik seperti diabetes. Selain itu, penelitian ini juga berkontribusi pada SDG 17 — Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antar lembaga penelitian dan pemanfaatan jejaring kerja sama untuk memperkuat kapasitas riset dan dampak kebermanfaatan hasil penelitian.

#SDG #SDG3 #GoodHealthAndWellbeing #KesehatanYangBaikDanKesejahteraan #SDG17 #PartnershipsForTheGoals #KemitraanUntukMencapaiTujuan

Kegiatan Workshop setengah hari bertopik Essentials in Oncology sebagai bagian dari Pertemuan Ilmiah POI telah diselenggarakan pada 7 November 2025 di Ruang Teater Perpustakaan FK-KMK UGM, berlangsung selama 3 jam. Kegiatan ini berfokus pada penguatan pemahaman biologi tumor dan perannya pada perkembangan terapi kanker.  Workshop ini dihadiri oleh 46 peserta, yang mayoritas merupakan praktisi klinis, baik dokter umum maupun dokter spesialis.

Sesi pertama disampaikan oleh Dra. Dewajani Purnomosari, M.Si., Ph.D., yang mengulas “Genomic Landscapes of Carcinogenesis” dan menjelaskan  sifat kanker yang dirangkum dalam konsep 12 Hallmark of cancer yang menjadi dasar pengembangan terapi kanker. Sesi kedua oleh Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D. membahas “Tumor Microenvironment and Immune Escape”, menyoroti mekanisme interaksi tumor dengan lingkungan sekitarnya serta strategi menghindari sistem imun. Materi terakhir oleh Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D. mengenai “Development of Personalized Medicine for Cancer” menekankan pentingnya profil molekuler dalam menentukan terapi yang paling tepat bagi setiap pasien.

Secara umum, peserta menyampaikan bahwa materi biomedis yang disajikan sangat relevan dengan tantangan klinis yang mereka hadapi sehari-hari di rumah sakit. Berbagai permasalahan klinis—mulai dari variasi respons terapi, resistensi obat, hingga perbedaan karakter biologis antar pasien—dapat dijelaskan melalui pemahaman biologi tumor dan mekanisme molekuler yang lebih mendalam. Kegiatan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara ilmu biomedis dan praktik klinis merupakan kunci untuk meningkatkan ketepatan diagnosis, efektivitas terapi, dan kualitas pelayanan kanker secara keseluruhan.

Kegiatan workshop ini juga memiliki keterkaitan kuat dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Hal ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pembelajaran profesional berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan mutakhir untuk tenaga kesehatan, sehingga meningkatkan kapasitas dan kompetensi klinis dalam penanganan kanker. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi akademisi dan praktisi klinis dalam jejaring ilmiah POI, guna mendorong integrasi riset biomedis dan aplikasi klinis. Sinergi lintas disiplin ini diharapkan memperkuat inovasi dan implementasi terapi kanker yang lebih tepat sasaran, demi peningkatan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Tim peneliti dari Departemen Histologi dan Biologi Sel, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menerbitkan artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi Journal of Neuroimmune Pharmacology berjudul: “TNF-α Inhibition Modulates CX3CR1, Pyroptosis-related Genes, and BDNF to Alleviate Anxiety-like Behavior in Type 2 Diabetic Rats.” Publikasi tersebut dapat diakses melalui tautan berikut: https://rdcu.be/eKAjl

Penelitian ini mengkaji peran penghambatan TNF-α, salah satu sitokin proinflamasi utama, dalam mengatasi peradangan saraf dan gangguan perilaku akibat diabetes. Diabetes tidak hanya mengganggu metabolisme dan sistem vaskular, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya gangguan neurologis akibat peradangan kronis pada sistem saraf pusat. Salah satu dampak diabetes yang sering terabaikan adalah munculnya kecemasan, yang berkaitan dengan aktivasi sel glia serta ketidakseimbangan faktor neurotropik, seperti Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), di hippocampus. Studi ini menelusuri bagaimana penghambatan TNF-α dengan etanercept dapat memengaruhi ekspresi reseptor fractalkine (CX3CR1), gen-gen terkait pyroptosis, serta BDNF pada model tikus diabetes tipe 2 dengan induksi streptozotocin dan nicotinamide.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghambatan TNF-α dengan etanercept terbukti menurunkan ekspresi CX3CR1 serta juga gen-gen terkait pyroptosis, seperti Nlrp3, Il-1β, dan Il-18. Secara bersamaan, terjadi peningkatan signifikan ekspresi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) di hippocampus, yang mengindikasikan pemulihan aktivitas neurotropik dan fungsi neuron. Tikus diabetes yang mendapat perlakuan etanercept juga menunjukkan penurunan gejala kecemasan dibandingkan kelompok kontrol. Sementara ekspresi CX3CL1 (ligand fractalkine) tetap stabil, mengindikasikan bahwa efek modulasi utama terjadi melalui reseptor CX3CR1.

Dian Eurike Septyaningtrias, penulis pertama penelitian ini, menyampaikan bahwa hasil ini membuka arah baru dalam penelitian neuroinflamasi terkait diabetes:
“Selama ini kita telah mengenal TNF-α sebagai sitokin inflamasi. Di otak, sitokin ini juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan komunikasi antara neuron dan sel glia. Ketika TNF-α berlebih, terjadi pengaktifan mikroglia yang dapat memicu gangguan suasana hati seperti kecemasan. Dengan menekan aktivitas TNF-α, kami melihat pemulihan ekspresi BDNF dan perbaikan perilaku hewan uji.”

Sementara itu, Dr. Rina Susilowati, penulis korespondensi penelitian ini menambahkan:
“Temuan ini tidak hanya relevan bagi pengembangan terapi baru untuk komplikasi saraf akibat diabetes, tetapi juga memperkuat hubungan antara sistem imun dan fungsi otak. Kami berharap penelitian ini menjadi dasar bagi pendekatan translasi menuju terapi yang lebih komprehensif bagi penderita diabetes.”

Studi ini menegaskan TNF-α merupakan target potensial untuk menekan peradangan saraf dan gangguan perilaku pada diabetes, dan berkontribusi terhadap pengembangan terapi imunomodulator yang lebih aman bagi pasien diabetes. Penelitian ini mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (“Sustainable Development Goals”/SDGs), khususnya SDG 3, Kehidupan Sehat dan Sejahtera (“Good Health and Well-being”) dan SDG 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (“Partnerships for the Goals”), melalui kolaborasi peneliti UGM dan UNS dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup pasien diabetes.