Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Medical Molecular Morphology pada 26 Maret 2026 melaporkan hasil kajian mengenai perubahan ekspresi protein Klotho pada ginjal tikus yang terpapar Trimethyltin (TMT). Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dengan anggota  Devi Purnamasari Sasongko, Dian Eurike Septyaningtrias dan Rina Susilowati, dengan tujuan untuk mengeksplorasi dampak sistemik TMT, yang kerap ditemukan pada industri sebagai bahan aditif pembuatan bahan plastik serta katalis pembuatan poliuretan dan silikon. Dalam kadar tertentu, senyawa organotin ini juga digunakan sebagai pengawet kayu, cat mencegah lumut, dan pengontrol hama. Di laboratorium biomedis, TMT lebih dikenal sebagai agen model degenerasi saraf sehingga digunakan untuk membuat model hewan degenerasi otak. 

Dalam penelitian eksperimental ini, sepuluh ekor tikus jantan galur Sprague–Dawley dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok yang mendapatkan paparan TMT dosis tunggal. Setelah 28 hari, dilakukan evaluasi terhadap fungsi ginjal, perubahan jaringan, serta ekspresi penanda inflamasi dan protein terkait proteksi seluler.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi ginjal tetap berada dalam kondisi stabil, ditandai dengan tidak adanya perbedaan signifikan kadar urea dan kreatinin antara kedua kelompok. Namun demikian, pemeriksaan histologis mengungkap adanya perubahan ringan berupa infiltrasi sel inflamasi dan ekspansi mesangial pada ginjal tikus yang terpapar TMT. Selain itu, terjadi peningkatan ekspresi TNF-α pada tubulus distal, yang mengindikasikan adanya respon inflamasi.

Menariknya, studi ini juga menemukan peningkatan ekspresi protein Klotho pada bagian tubulus ginjal, meskipun tidak disertai perubahan pada tingkat mRNA Klotho maupun Nrf2. Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya mekanisme regulasi pasca-transkripsi dalam respon sel terhadap paparan toksik.

Menanggapi temuan tersebut, Devi Purnamasari Sasongko yang juga merupakan alumni S2 Magister Ilmu Biomedis minat Histologi dan Biologi Sel dan kini dosen di Universitas Negeri Surabaya menyampaikan bahwa hasil ini memberikan gambaran awal mengenai respon biologis ginjal terhadap stres akibat paparan zat toksik.

“Temuan ini menunjukkan adanya respon seluler yang kompleks pada ginjal, khususnya terkait ekspresi Klotho. Meskipun fungsi ginjal tidak terganggu secara signifikan dengan paparan tunggal Trimethyltin, perubahan pada tingkat jaringan dan protein tetap perlu menjadi perhatian untuk penelitian lanjutan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, penelitian ini menambah wawasan dalam bidang biomedis terkait efek sistemik Trimethyltin dan membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut mengenai peran Klotho dalam respon ginjal terhadap stres lingkungan dan toksikologi.Penelitian ini memiliki keterkaitan erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui kontribusinya dalam memahami mekanisme proteksi ginjal terhadap paparan toksin yang berpotensi mendukung pengembangan terapi penyakit ginjal. Penelitian ini juga merupakan hasil pemikiran dalam masa pendidikan penulis yang dapat berguna sebagai bahan pembelajaran bagi akademisi lain, yang turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Adanya kerjasama antara kedua afiliasi dalam penelitian ini mendukung SDG 17 (Kemitraan dalam Mencapai Tujuan). Selain itu, studi ini juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) karena menghadirkan inovasi di bidang biomedis melalui eksplorasi regulasi protein Klotho sebagai target potensial terapi. Di sisi lain, kajian mengenai dampak Trimethyltin turut berkontribusi pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan bahan kimia dan implikasinya terhadap kesehatan, sehingga mendorong praktik yang lebih aman dan berkelanjutan. (Kontributor: Rina Susilowati)
Link Artikel: https://doi.org/10.1007/s00795-026-00458-2

Dua dosen dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam ajang International Young Talents Exchange Program yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada 9-12 Maret 2026. Sebanyak delapan orang terpilih mengikuti program ini, yang terdiri dari lima peserta asal Vietnam dan tiga peserta asal Indonesia. Adapun perwakilan Indonesia tersebut meliputi satu orang dari Kementerian Kesehatan serta dua akademisi UGM, yaitu Nur Aziz (Dosen Departemen Histologi dan Biologi Sel) dan Moh. Hendra Setya Lesmana (Dosen Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas).

Selama empat hari, rangkaian acara difokuskan pada visitasi ke berbagai pusat unggulan riset dan teknologi di Shanghai. Para peserta mengunjungi Single Cell Omics Center di Shanghai Jiao Tong University untuk mempelajari analisis sel tunggal, serta melakukan peninjauan ke Shanghai Biobank dan perusahaan Origincell. Kunjungan juga dilakukan ke Shanghai Pulmonary Hospital untuk mendalami penanganan penyakit paru dan fasilitas baik rumah sakit maupun laboratorium penelitiannya. Selain visitasi lapangan, para perwakilan ini melakukan diskusi intensif terkait peluang kolaborasi penelitian internasional.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui penjajakan riset di bidang omics dan biobank, keterlibatan dosen UGM berkontribusi pada pengembangan pengobatan presisi yang krusial bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan. Di sisi lain, kolaborasi antara perwakilan Indonesia, Vietnam, dan Tiongkok ini mencerminkan semangat kemitraan global dalam berbagi pengetahuan dan teknologi untuk mengakselerasi pencapaian target pembangunan berkelanjutan di sektor kesehatan. (Kontributor: Nur Aziz)

Kamis, 26 Februari 2026, keluarga besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Tirakatan Dies Natalis ke-80 Lustrum XVI yang dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama FK-KMK UGM. Kegiatan ini berlangsung pukul 15.15–19.00 WIB, bertempat di Selasar Gedung Radiopoetro Lantai 1 FK-KMK UGM, dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Sebagai bagian dari Universitas Gadjah Mada, FK-KMK UGM telah menapaki perjalanan panjang selama delapan dekade dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan berdedikasi. Momentum Dies Natalis ke-80 ini menjadi kesempatan berharga untuk merefleksikan sejarah, pencapaian, serta kontribusi fakultas bagi bangsa dan dunia kesehatan.

Refleksi Pendidikan Kedokteran dari Masa ke Masa

Mengusung tema “Refleksi Pendidikan Kedokteran dari Masa ke Masa”, acara tirakatan menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman dan kontribusi besar dalam dunia pendidikan kedokteran, yaitu: Prof.dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D, Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.D.V.E,Subs.D.T, dan Prof. dr. Budi Mulyono, Sp.PK.(K).,MM.

Melalui pemaparan dan refleksi para narasumber, peserta diajak menelusuri dinamika pendidikan kedokteran dari masa ke masa, mulai dari sistem pembelajaran konvensional hingga transformasi menuju pendekatan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis teknologi. Diskusi ini tidak hanya mengenang perjalanan panjang, tetapi juga menguatkan komitmen untuk terus berinovasi dalam menjawab tantangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, staf dari Departemen kami Teguh Sugiharto, turut hadir mewakili Departemen Hsitologi dan Biologi Sel sebagai bentuk partisipasi dan dukungan terhadap rangkaian kegiatan Dies Natalis FK-KMK UGM. Kehadiran perwakilan departemen ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kontribusi aktif seluruh elemen fakultas dalam memeriahkan peringatan delapan dekade perjalanan institusi.

Tirakatan dan Doa Bersama

Rangkaian acara tirakatan menjadi momen penuh makna untuk memanjatkan doa dan rasa syukur atas delapan puluh tahun perjalanan FK-KMK UGM. Suasana reflektif yang terbangun mempererat solidaritas antar sivitas akademika antara lain dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, maupun alumni, dalam satu semangat pengabdian.

Kebersamaan dalam Buka Puasa

Menjelang waktu Maghrib, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Momentum Ramadan semakin memperkuat nilai kebersamaan dan silaturahmi lintas generasi di lingkungan FK-KMK UGM. Hidangan yang dinikmati bersama menjadi simbol persaudaraan dan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin.

Perayaan Dies Natalis ke-80 Lustrum XVI ini bukan sekadar peringatan perjalanan waktu, melainkan juga peneguhan komitmen FK-KMK UGM untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Partisipasi aktif departemen dalam agenda ini merupakan wujud nyata implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi sejarah pendidikan serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Dengan mempererat kolaborasi internal dan refleksi akademik, Departemen Histologi dan Biologi Sel berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat. (Kontributor: Siti Ani Muntoifah)

NPC Strip G adalah alat deteksi dini kanker nasofaring (KNF). Kanker nasofaring merupakan salah satu keganasan di area kepala dan leher. Kanker nasofaring berkembang di epitel nasofaring, yaitu di belakang hidung dan tenggorokan. Karena letaknya yang tersembunyi dan ukuran tumor primernya kecil, maka sebagian pasien KNF terdiagnosis pada stadium lanjut, pada saat sudah ada benjolan di leher.  Pada stadium lanjut pengobatan KNF memerlukan kombinasi radio- dan kemoterapi, dengan keberhasilan rendah, efek samping yang berat dan tentu saja biaya yang besar. Padahal jika terdiagnosis pada stadium dini, pengobatan dapat dilakukan dengan radioterapi saja, dengan tingkat keberhasilan tinggi, efek samping yang relative ringan dan biaya yang lebih murah. Akan tetapi, KNF stadium dini tidak mempunyai gejala yang spesifik, seperti pilek berkepanjangan, sakit kepala terus menerus, kadang telinga berdenging, dan lain-lain. Oleh karena itu, biasanya pasien tidak mengetahui jika itu gejala penyakit yang serius, bahkan dokter di pusat layanan kesehatan primer kadang juga tidak menyadari bahwa itu gejala dari KNF stadium awal. 

Kanker nasofaring khususnya di daerah endemik, termasuk Indonesia, biasanya (>90%) adalah tipe tidak terkeratinisasi yang kejadiannya berkaitan dengan infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Penderita KNF dan individu berisiko tinggi KNF mempunyai antibodi (IgG dan IgA) terhadap protein EBV. Oleh karena itu, antibodi IgG- dan/atau IgA-EBV merupakan marker untuk deteksi KNF maupun risiko terkena KNF.

NPC Strip G merupakan hasil penelitian dari Staf Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM. NPC Strip G mendeteksi antibodi IgG-EBV di dalam darah, plasma darah atau serum pasien KNF atau individu berisiko KNF dengan menggunakan metode imunokromatografi atau yang lebih dikenal dengan lateral flow assay (LFA). Prinsip pemeriksaan dengan alat ini mirip dengan alat tes kehamilan, bedanya pada tes kehamilan yang diuji adalah urin, sedangkan pada NPC Strip G yang uji darah dari ujung jari atau plasma darah atau serum.

Dalam rangka Dies Natalis ke-80 dengan tema “Mencerdaskan dan Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, FK-KMK mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dan Pameran Alat Kesehatan yang merupakan hasil penelitian dan inovasi peneliti-peneliti di UGM, yang diadakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) pada hari Jumat dan Sabtu, 6-7 Februari 2026. NPC Strip G berkesempatan turut serta menjadi salah satu peserta pameran di acara tersebut. Selain ikut serta dalam pameran, inventor alat tersebut, yaitu Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D menjadi salah satu narasumber dalam acara FGD dengan tema “Penguatan Kemitraan Perguruan Tinggi-Industri untuk Menciptakan Inovasi Berdampak di Bidang Alat Kesehatan”. Dalam FGD tersebut disampaikan berbagai pengalaman terkait pengembangan NPC Strip G, meliputi perjalanan inovasi riset sejak awal hingga menjadi prototipe, uji klinis dan siap hilirisasi. Yang juga sangat penting adalah tantangan yang dihadapi inventor dalam menjembatani standar akademik dan kebutuhan industri (SDG 9: Industry, innovation and infrastructure). Keikutsertaan NPC Strip G dalam acara Medical Device Expo tersebut diharapkan dapat mendiseminasi inovasi alat kesehatan dari akademisi, industri, dan mitra strategis. Dengan demikian, diharapkan mitra strategis dalam hal ini Rumah Sakit atau Pusat Layanan Primer dapat memanfaatkan alat tersebut, sehingga dapat membantu mengatasi masalah kesehatan nasional , dengan menurunkan angka kesakitan bagi pasien (SDG 3: Good Health and Wellbeing) dan beban pembiayaan negara.

Sebagai wujud komitmen dalam menyebarluaskan keilmuan dan keahlian di bidang histologi, Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM menyambut seorang teknisi laboratorium dari FK Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dalam program magang. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Februari 2026. 

Program magang ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan di bidang mikroteknik, yaitu teknik pembuatan sediaan histologi. Selama lima hari, instruktur dan fasilitator mendampingi peserta untuk mendalami setiap tahap dalam mikroteknik, seperti nekropsi tikus, pengambilan dan pengawetan jaringan, pembuatan sediaan histologi, dan pewarnaan sediaan histologi. Selain melakukan praktik langsung secara mandiri, peserta juga mendapatkan kuliah yang berisi teori-teori penting terkait mikroteknik.

Kegiatan yang berakhir pada 6 Februari 2026 ini ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi teknis. Pihak Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM berharap keterampilan yang telah dipelajari dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan performa layanan laboratorium di institusi asal, sekaligus membuka kesempatan kolaborasi penelitian di masa depan.

Langkah kolaboratif ini juga menjadi bukti nyata kontribusi Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM dalam mendukung pencapaian SDGs, terutama pada SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kapasitas SDM, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama lintas institusi. (Kontributor: Saihas Suhda)

Usia dan kondisi kesehatan rupanya bukan menjadi penghalang bagi Bapak Teguh Sugiharto untuk terus menebar kebaikan. Staf Tenaga Kependidikan (Tendik) dari Departemen Histologi dan Biologi Sel, FK-KMK UGM ini kembali menunjukkan dedikasinya melalui aksi kemanusiaan donor darah di Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) RSUP Dr. Sardjito pada 9 Februari 2026. Meski saat ini beliau tengah berada di masa mendekati purna tugas, semangatnya untuk membantu sesama melalui tetesan darah tidak pernah surut.

Pelaksanaan donor kali ini terasa sangat istimewa karena Bapak Teguh tetap melangkah maju meski memiliki riwayat kesehatan yang cukup menantang, mulai dari tekanan darah tinggi dan pengalaman kencing batu yang sempat dideritanya. Melalui pertimbangan medis yang matang dan pemantauan kondisi fisik secara saksama, proses donor yang ke-36 kalinya ini berjalan dengan lancar. Pasca-donor, beliau mengaku merasa lebih bugar dan tidak merasakan gangguan kesehatan yang berarti, membuktikan bahwa niat tulus yang dibarengi pengawasan medis mampu membuahkan hasil positif.

Kegiatan rutin yang dilakukan oleh Bapak Teguh Sugiharto ini merupakan perwujudan nyata dari poin SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Aksi donor darah secara konsisten berkontribusi langsung pada penguatan sistem kesehatan masyarakat melalui penyediaan stok darah yang aman bagi yang membutuhkan. Selain itu, dedikasi beliau di usia senior juga mencerminkan upaya promosi kesehatan mental dan kesejahteraan individu, di mana semangat berbagi tetap terjaga hingga masa purna bakti, memberikan inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk tetap berkontribusi pada kemanusiaan dalam kondisi apa pun. (Kontributor : Teguh Sugiharto)

Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM kembali mengantarkan  seorang mahasiswa lulus ujian Disertasi S3 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan melalui ujian disertasi yang diselenggarakan pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 12.30–15.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Ujian Prodi S3, Gedung Pascasarjana Tahir Sayap Utara Lantai 3, dan dipimpin oleh Prof. Marsetyawan.

Mahasiswa yang dinyatakan lulus adalah dr. Teresa Lucretia, dosen Departemen Histologi  Universitas Kristen Maranatha Bandung, yang berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Dampak Progresi Diabetes terhadap Lien Tikus: Kajian Stereologi, Histopatologi, Flow Cytometry dan Ekspresi Ligan Kemokin.”

Dalam penelitiannya, dr. Teresa mengkaji dampak diabetes melitus terhadap lien atau dalam bahasa awam disebut sebagai limpa,  organ penting dalam sistem kekebalan tubuh. Diabetes diketahui tidak hanya mempengaruhi kadar gula darah, tetapi juga dapat melemahkan daya tahan tubuh. Melalui penelitian ini, ditunjukkan bahwa perjalanan diabetes dapat menyebabkan perubahan bertahap pada struktur dan fungsi organ imun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase awal diabetes, limpa masih mempertahankan ukuran normal secara makroskopis, namun telah terjadi aktivasi imun adaptif, ditandai dengan peningkatan aktivitas pulpa alba, infiltrasi sel inflamasi, peningkatan jumlah limfosit T dan B, serta peningkatan ekspresi gen ligan kemokin CCL19. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada tahap awal, limpa masih berperan aktif dalam merespons kondisi hiperglikemia dan stres oksidatif sistemik.

Sebaliknya, pada fase lanjut diabetes, ditemukan involusi struktural dan fungsional lien, ditandai dengan ukuran organ yang lebih kecil, penurunan volume pulpa alba dan zona marginalis, peningkatan fraksi jaringan ikat, serta tidak ditemukannya peningkatan jumlah limfosit T dan B. Kondisi ini mencerminkan terjadinya kelelahan imun (immune exhaustion) dan penurunan kapasitas respon imun adaptif pada diabetes kronis. Pola ekspresi ligan kemokin yang tidak seimbang pada fase lanjut juga mengindikasikan adanya gangguan regulasi migrasi sel imun.

Penelitian ini menggunakan berbagai pendekatan ilmiah, antara lain pemeriksaan jaringan secara mikroskopis dengan analisis kualitatif, semi kuantitatif dan stereologi, penghitungan sel imun dengan teknologi flow cytometry, serta analisis ekspresi gen menggunakan qRT-PCR. Kombinasi metode tersebut memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai perubahan organ imun akibat diabetes.

Selama studi doktoralnya, dr. Teresa Lucretia dibimbing oleh dr. Rina Susilowati, Ph.D. dan Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D. Ujian disertasi ini juga melibatkan tim penguji yang terdiri dari para pakar di bidangnya yaitu dr. Arta Farmawati, Ph.D., Dr. dr. Umi S. Intansari, M.Kes., Sp.PK(K), dr. Vina Yanti Susanti, Sp.PD-KEMD, M.Sc., Ph.D., dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D. dan dr. Hana Ratnawati, M.Kes., PA(K)

Dewan penguji memberikan apresiasi atas kedalaman analisis, integrasi pendekatan morfologis, imunologis, dan molekuler, serta kontribusi ilmiah penelitian ini dalam memahami dampak diabetes terhadap sistem imun.

Berdasarkan hasil sidang, dr. Teresa Lucretia dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar Doktor. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengendalian diabetes sejak dini, tidak hanya untuk mencegah komplikasi organ, tetapi juga untuk menjaga kekuatan sistem kekebalan tubuh.Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM mengucapkan selamat dan sukses kepada dr. Teresa Lucretia atas capaian akademik yang diraih, serta berharap hasil penelitiannya dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan menjadi pijakan awal penelitian selanjutnya. Selamat mempersiapkan wisuda di bulan April 2026.

Penelitian serta capaian akademik dr. Teresa Lucretia secara strategis mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui fokus pada pengendalian diabetes dan penguatan sistem imun, kontribusinya selaras dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pencapaian ini juga mencerminkan implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dedikasi pada pendidikan doktoral dan standarisasi riset ilmiah yang bermutu. Dalam aspek teknis, pemanfaatan inovasi serta teknologi riset biomedik yang ia terapkan sejalan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, kolaborasi lintas institusi dan multidisiplin yang dilakukan menjadi langkah nyata dalam pemenuhan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) guna mendorong kemajuan ilmu pengetahuan secara kolektif. (Kontributor: Rina Susilowati)

Kamera mikroskop merupakan perangkat tambahan yang dipasang pada lensa okuler mikroskop cahaya untuk menangkap gambar atau video dari sediaan histologi yang diamati. Hasil tangkapan kemudian diproses dengan perangkat lunak dan dapat langsung ditampilkan pada layar komputer atau monitor besar. Perangkat ini memudahkan dokumentasi gambar dari sediaan histologi yang diamati.

Laboratorium Histologi di Departemen Histologi dan Biologi Sel telah memiliki tiga kamera mikroskop yang masing-masing terpasang di tiga mikroskop yang berbeda. Ketiganya aktif digunakan baik oleh dosen maupun mahasiswa untuk mendukung pendidikan dan penelitian. Di bidang pendidikan, kamera mikroskop tersebut digunakan untuk mendokumentasikan gambar sediaan histologi yang digunakan sebagai sumber pembelajaran praktikum mahasiswa S1 Kedokteran FK-KMK UGM di tahun pertama. Kamera mikroskop tersebut juga digunakan oleh mahasiswa S2 Magister Ilmu Biomedik (MIB) FK-KMK UGM untuk pengamatan dan sekaligus diskusi sediaan histologi secara langsung pada saat praktikum mata kuliah mikroteknik.

Selain itu, kamera mikroskop di Laboratorium Histologi juga mendukung penelitian untuk tugas akhir mahasiswa. Seorang mahasiswi Program Studi Doktor angkatan tahun 2022 di FK-KMK, Lutfi Nurdian Asnindari, menyatakan rela mengantre untuk menggunakan kamera mikroskop di Laboratorium Histologi karena kualitas gambar yang dihasilkan sesuai dan memadai untuk dilakukan analisis lanjutan. Dua mahasiswi lain dari Magister Ilmu Biomedik FK-KMK angkatan 2024 minat Histologi dan Biologi Sel, yaitu Destiatpin Sofyaningrum dan Merry Nikita Br Nainggolan, mengandalkan kamera mikroskop di Laboratorium Histologi untuk pengumpulan data dengan jumlah yang relatif banyak untuk dilakukan analisis dengan pendekatan stereologi. 

Kemudahan pengoperasian dengan hasil gambar yang memuaskan menjadikan kamera mikroskop di Laboratorium Histologi sebagai fasilitas krusial dalam pelaksanaan pendidikan dan penelitian yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan Nomor 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan sarana belajar yang mumpuni, serta Tujuan Nomor 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset ilmiah dan pemutakhiran teknologi laboratorium. Ke depannya, pembaruan teknologi kamera mikroskop serta perangkat lunak secara berkala menjadi langkah penting untuk terus meningkatkan kualitas visualisasi dan akurasi data. (Kontributor: Saihas Suhda)

Departemen Histologi dan Biologi Sel sukses menyelenggarakan “Rapat Kerja Awal Tahun 2026” pada 26 Januari 2026. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh seluruh elemen departemen, mulai dari jajaran staf dosen hingga tenaga kependidikan.

Acara diawali dengan laporan dr. Rina Susilowati, Ph.D., yang memaparkan capaian tahun lalu. Terungkap bahwa seluruh target kinerja departemen tahun 2025 terpenuhi 100%. Prestasi ini merupakan buah dari dedikasi kolektif seluruh staf Departemen Histologi dan Biologi Sel.

Ketua Departemen periode 2026-2031, Dra. Dewajani Purnomosari, M.Si., Ph.D., kemudian memaparkan proyeksi target satu tahun ke depan. Beliau menekankan bahwa pencapaian target bukan sekadar pemenuhan indikator administratif, melainkan tanggung jawab moral untuk memajukan institusi. Beliau mengajak seluruh staf untuk berinovasi melampaui batas target formal demi kontribusi nyata pada ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Melalui sinergi ini, departemen menegaskan komitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Rapat kerja ini merupakan kegiatan yang sejalan dengan prinsip SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penjaminan mutu akademik, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi internal demi ekosistem kerja yang inklusif.

Pertemuan ditutup dengan penuh kehangatan melalui sebuah pantun:

Pagi hari sarapan roti, Kopi hangat teman bekerja. Awal tahun satukan hati, Kerja sama kunci sukses bersama.

(Kontributor: Nur Aziz)

Mengawali langkah di tahun 2026, Departemen Histologi dan Biologi Sel kembali menggelar kegiatan kerja bakti pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang konsisten dilaksanakan setiap awal dan pertengahan tahun untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana departemen.

Sejak pagi hari, suasana gotong royong tampak kental saat seluruh elemen departemen, baik staf dosen maupun tenaga kependidikan, bahu-membahu membersihkan dan menata ulang fasilitas. Kegiatan kerja bakti meliputi pembersihan dan penataan area ruang pengajaran serta area laboratorium guna menyambut semester baru.

Selain untuk menjaga kualitas fasilitas, momen ini menjadi sarana mempererat kekompakan antarstaf di luar rutinitas akademik. Semangat kebersamaan tersebut semakin terasa saat seluruh peserta menutup kegiatan dengan acara makan siang bersama yang penuh kehangatan.

Kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud nyata komitmen departemen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Aksi ini secara langsung mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan menciptakan lingkungan kerja yang higienis dan nyaman. Selain itu, kolaborasi ini selaras dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), di mana sinergi antara dosen dan tenaga kependidikan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan kualitas layanan institusi. (Kontributor: Nur Aziz)