Dosen Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM Berpartisipasi dalam Kongres IFAA 2026 di Melbourne

Melbourne, Australia — Agustus 2026. Departemen Histologi dan Biologi Sel, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) turut berpartisipasi dalam International Federation of Associations of Anatomists (IFAA) Congress 2026 yang diselenggarakan di Melbourne, Australia.

Kongres IFAA merupakan salah satu forum internasional penting dalam bidang ilmu anatomi dan ilmu terkait, yang mempertemukan ahli anatomi, peneliti, pendidik, serta organisasi profesi dari berbagai negara. Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi perkembangan terbaru dalam pendidikan anatomi, penelitian, teknologi pencitraan, ilmu sel dan jaringan, neuroscience, serta berbagai bidang ilmu anatomi lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM dr. Rina Susilowati Ph.D. berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian mengenai penerapan stereologi dalam penelitian histologi dengan judul “Design-Based Stereology for Quantifying Myenteric Neurons in the Rat Colon.” Presentasi tersebut membahas penerapan metode stereologi berbasis desain untuk memperkirakan jumlah neuron pada plexus myentericus colon tikus secara kuantitatif dan sistematis. Presentasi tersebut tergabung dalam salah satu simposium berjudul “Stereology: A Powerful Tool to Quantify Cellular Populations in Anatomical Research” bersama tiga pembicara lainnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa metode stereologi dapat menjadi pendekatan yang kuat untuk memperoleh estimasi kuantitatif populasi sel dan perubahan struktur jaringan. Dalam penelitian yang dilakukan di Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM, pendekatan vertical uniform random sampling (VURS) dan physical disector digunakan bersama dengan analisis berbantuan perangkat lunak sumber terbuka seperti FIJI. Pendekatan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana metode stereologi dapat diterapkan secara efektif dalam penelitian tanpa selalu bergantung pada sistem stereologi khusus yang mahal.

Selain mengikuti sesi ilmiah dan mempresentasikan hasil penelitian, keikutsertaan dalam Kongres IFAA 2026 juga menjadi kesempatan penting untuk bertukar pengalaman dengan para ahli anatomi dan histologi dari berbagai negara. Berbagai diskusi selama kongres membuka peluang untuk memperluas jejaring akademik, mengembangkan kolaborasi penelitian internasional, serta memperoleh wawasan mengenai perkembangan pendidikan dan penelitian anatomi di tingkat global.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan untuk mengikuti General Assembly IFAA dan memahami perkembangan organisasi profesi anatomi di tingkat internasional. Partisipasi dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkuat keterlibatan Indonesia dalam komunitas anatomi internasional sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi akademisi dan peneliti Indonesia untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan asosiasi anatomi dari berbagai negara.

Bagi Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM, keikutsertaan dalam Kongres IFAA 2026 menjadi bagian dari upaya untuk terus mengembangkan kapasitas penelitian, memperkuat jejaring internasional, serta meningkatkan kontribusi dalam pengembangan ilmu anatomi dan histologi. Pengalaman dan jejaring yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi penelitian, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan kegiatan pendidikan dan akademik di lingkungan FK-KMK UGM.

Partisipasi dalam forum internasional seperti IFAA juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kontribusi penelitian anatomi dari Indonesia kepada komunitas akademik global dan sekaligus mendorong semakin aktifnya keterlibatan institusi pendidikan kedokteran Indonesia dalam perkembangan ilmu anatomi internasional.

Keikutsertaan dalam IFAA Congress 2026 turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Bermutu) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kegiatan ini mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pendidikan serta penelitian anatomi, sekaligus memperluas jejaring dan peluang kolaborasi akademik internasional. (Kontributor: Rina Susilowati)

Gambar 1. Di lokasi acara Kongres IFAA 2026

Gambar 2. bersama pembicara lain di simposium “Stereology: A Powerful Tool to Quantify Cellular Populations in Anatomical Research”

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *