NPC Strip G adalah alat deteksi dini kanker nasofaring (KNF). Kanker nasofaring merupakan salah satu keganasan di area kepala dan leher. Kanker nasofaring berkembang di epitel nasofaring, yaitu di belakang hidung dan tenggorokan. Karena letaknya yang tersembunyi dan ukuran tumor primernya kecil, maka sebagian pasien KNF terdiagnosis pada stadium lanjut, pada saat sudah ada benjolan di leher. Pada stadium lanjut pengobatan KNF memerlukan kombinasi radio- dan kemoterapi, dengan keberhasilan rendah, efek samping yang berat dan tentu saja biaya yang besar. Padahal jika terdiagnosis pada stadium dini, pengobatan dapat dilakukan dengan radioterapi saja, dengan tingkat keberhasilan tinggi, efek samping yang relative ringan dan biaya yang lebih murah. Akan tetapi, KNF stadium dini tidak mempunyai gejala yang spesifik, seperti pilek berkepanjangan, sakit kepala terus menerus, kadang telinga berdenging, dan lain-lain. Oleh karena itu, biasanya pasien tidak mengetahui jika itu gejala penyakit yang serius, bahkan dokter di pusat layanan kesehatan primer kadang juga tidak menyadari bahwa itu gejala dari KNF stadium awal.
Kanker nasofaring khususnya di daerah endemik, termasuk Indonesia, biasanya (>90%) adalah tipe tidak terkeratinisasi yang kejadiannya berkaitan dengan infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Penderita KNF dan individu berisiko tinggi KNF mempunyai antibodi (IgG dan IgA) terhadap protein EBV. Oleh karena itu, antibodi IgG- dan/atau IgA-EBV merupakan marker untuk deteksi KNF maupun risiko terkena KNF.
NPC Strip G merupakan hasil penelitian dari Staf Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM. NPC Strip G mendeteksi antibodi IgG-EBV di dalam darah, plasma darah atau serum pasien KNF atau individu berisiko KNF dengan menggunakan metode imunokromatografi atau yang lebih dikenal dengan lateral flow assay (LFA). Prinsip pemeriksaan dengan alat ini mirip dengan alat tes kehamilan, bedanya pada tes kehamilan yang diuji adalah urin, sedangkan pada NPC Strip G yang uji darah dari ujung jari atau plasma darah atau serum.
Dalam rangka Dies Natalis ke-80 dengan tema “Mencerdaskan dan Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, FK-KMK mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dan Pameran Alat Kesehatan yang merupakan hasil penelitian dan inovasi peneliti-peneliti di UGM, yang diadakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) pada hari Jumat dan Sabtu, 6-7 Februari 2026. NPC Strip G berkesempatan turut serta menjadi salah satu peserta pameran di acara tersebut. Selain ikut serta dalam pameran, inventor alat tersebut, yaitu Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D menjadi salah satu narasumber dalam acara FGD dengan tema “Penguatan Kemitraan Perguruan Tinggi-Industri untuk Menciptakan Inovasi Berdampak di Bidang Alat Kesehatan”. Dalam FGD tersebut disampaikan berbagai pengalaman terkait pengembangan NPC Strip G, meliputi perjalanan inovasi riset sejak awal hingga menjadi prototipe, uji klinis dan siap hilirisasi. Yang juga sangat penting adalah tantangan yang dihadapi inventor dalam menjembatani standar akademik dan kebutuhan industri (SDG 9: Industry, innovation and infrastructure). Keikutsertaan NPC Strip G dalam acara Medical Device Expo tersebut diharapkan dapat mendiseminasi inovasi alat kesehatan dari akademisi, industri, dan mitra strategis. Dengan demikian, diharapkan mitra strategis dalam hal ini Rumah Sakit atau Pusat Layanan Primer dapat memanfaatkan alat tersebut, sehingga dapat membantu mengatasi masalah kesehatan nasional , dengan menurunkan angka kesakitan bagi pasien (SDG 3: Good Health and Wellbeing) dan beban pembiayaan negara.


